Dalwi dan juga Via menunggu sampai bosan, mereka tidak bermain ponsel sama sekali, mereka sibuk duduk saja, tidak mau kalau dianggap tidak sopan. Padahal sebetulnya sopan-sopan saja asalkan ketika nama mereka dipanggil mereka bisa mendengar dan menyahut itu sah-sah saja. Namun, Dalwi dan Via adalah dua mahasiswa yang sangat polos, mereka sangat ingin menjaga citra mereka dan sangat ingin dipandang baik agar suatu saat nanti kalau adik kelas mereka ingin mengulangi jejak mereka, yakni ingin mengundang Menteri, nama kampus mereka tidak jelek dan adik kelas mereka akan dipermudah. Sekitar tiga puluh menit sudah berlalu, Dalwi sampai menghela napas. “Mereka lagi nyari apa ya kok lama banget?” tanya Via. “Ya mungkin berkas kita ketumpuk kali. Mungkin yang kirim surat banyak.” kata Dalwi. Di

