BAB 46

1107 Kata

Dalwi menghela napas, dia baru merasa kalau jadi ketua itu adalah sebuah beban yang sangat besar, bagaimana tidak besar? Dia harus bisa mengontrol emosinya dan harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan anggota-anggotanya. Dalwi memilih mengirimkan pesan kepada Ririn. Siapa tahu Ririn masih di kampus. Dia ingin minta ditemani ke Bang Opung. Ya sebenarnya dia bisa saja melakukannya sendiri namun sepertinya kalau ada yang menemani lebih asyik. Ah, bilang saja kalau ini hanya akal-akalan. Dalwi: Rin, udah selesai ngumpulin tugasnya? Masih di kampus? Ririn: Udah, ini baru selesai. Masih. Dalwi: Anterin gua ke Bang Opung mau? Ririn: Oh yaudah. Dalwi: Lu dimana? Ririn: Di depan lobi. Dalwi: Oke tunggu, gua ke situ. Dalwi pun langsung memasukkan ponselnya ke dalam kantong celanany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN