Keesokkan harinya tubuh Dalwi menggigil hebat. Kemarin, dia sudah meminta kepada Bang Opung dan Ririn untuk meminta maaf kepada keluarga Rahmat, Kodel, dan juga Putri. Namun, ternyata mereka berdua bukannya tidak mau datang, melainkan keduanya sakit. "Mat, itu lu? Lu hidup lagi, Mat?" Tanya Dalwi yang melihat Rahmat datang ke kamarnya. Suhu tubuh Dalwi sudah sangat tinggi. Tubuhnya begitu lemah, bibirnya pucat, dan dia lemas tidak bertenaga. Tubuhnya seakan berat. Punggungnya seakan memukul beban yang begitu berat. Dalwi melihat seseorang yang dia yakini Rahmat yang hanya berdiri di depan pintu, tidak mau menghampiri Dalwi. "Mat! Ahela, gue tau lu cuma bercanda. Tapi ini nggak lucu anjir!" Seru Dalwi. Tak lama kemudian, ayahnya Dalwi yang memang mendengar suara anaknya dari luar memu

