Malamnya, Dalwi tidak jadi datang ke rumah orang tua Rahmat. Dia menunda datang ke sana karena dia berniat untuk membuat surat terlebih dahulu, agar terlihat sopan, sebab, kalau langsung datang begitu saja, dia merasa kalau itu tidak sopan. “Besok aja dah, gue mau minta tolong sama yang lain buat bikinin undangan.” kata Dalwi. Malam itu, Dalwi pun mencoba memejamkan mata. Namun, entah mengapa dirinya merasa ada yang memperhatikannya, bulu kuduk Dalwi kini langsung berdiri lagi, dia tidak suka hal-hal seperti ini, begitu menakutkan. Terlebih dia tidur sendiri, hal itu tentu membuatnya tidak bisa saling berbagi ketakutan. Di rumahnya dia hanya bersama dengan kedua orang tuanya, dia jelas tidak bisa meminta kepada orang tuanya untuk menemani dia tidur, dia sudah besar, orang tuanya akan me

