20

1291 Kata

“Kami berdua tidak bersalah! Jelas-jelas perempuan kurang ajar ini yang membuat masalah dengan kami terlebih dahulu!” Syifa berteriak-teriak setelah diseret paksa memasuki kantor polisi. Sekarang, kami berempat, bersama Lian juga pastinya, berada di polsek yang jaraknya enam kilometer dari TKP. “Jelas-jelas kalian yang menyerang Mbak Vana duluan!” Suara Lian terdengar meninggi. Kulihat wajahnya memerah. Aku sempat menahan tubuhnya agar tak maju menghantam Syifa. “Bapak lihat kan sendiri? Ini ipar saya sudah berselingkuh dengan laki-laki lain! Wajar jika kami memukulnya!” Syahnaz berapi-api. Perempuan itu sampai mengepalkan tinjunya ke udara. Aku menggeleng lemah. Mengusap air mata. Berperan bagai orang yang sangat tertindas. Kali ini keinginanku untuk meludahi muka dua beradik terseb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN