*** Tubuh Giana yang tadinya membelakangi Gama kini berbalik untuk menghadap pada punggung lelaki itu. Kali ini Gia menggantikan senyum sinisnya dengan senyum yang tidak terbaca. Ia mengangguk singkat untuk jawaban yang Gama berikan. “Sampai kapan kamu memperistri aku?” tanyanya. Untuk pertanyaan paling berani itu, Gama berjengit heran. Gama berbalik untuk menghadap Giana. Ia menatap Giana tidak percaya. Ingin sekali Gama melihat isi kepala Giana agar dirinya tahu apa yang sedang perempuan itu pikirkan. Giana adalah sosok yang tidak terduga. Seharusnya, jika itu perempuan lain, mungkin saat ini sedang menangis sedih akibat perkataannya. Namun, Giana? ia terlihat biasa saja. “Maksudmu?” pura-pura tidak tahu adalah pilihan Gama ketika terpaksa menjawab pertanyaan Gia. Mengedikan bahu,

