*** Dio mengeluarkan kekehannya melihat wajah Giana yang tampak masam. Bertemu dengan Gama Pradipta secara tidak sengaja membuat Dio mendapatkan keuntungan sendiri. Apalagi Gama sedang bersama Dea, yang merupakan kekasihnya. “Itu yang namanya suami?” sindir Dio. Suaranya terdengar mencemooh kepada Giana. Bukan maksud Dio menyakiti hati Gia, tetapi Dio ingin Giana tahu kelakukan suaminya. Bagaimana mungkin Giana menghargai lelaki yang sama sekali tidak menghargainya. Dio bersumpah dirinya bisa memberikan kenyamanan dan keamanan berkali-kali lipat dari lelaki tidak tahu diri seperti Gama. “Apa sih yang buat kamu akhirnya mau nikah sama lelaki seperti itu, Gia? Kamu bahkan nggak ngundang aku,” Giana akhirnya mengalihkan tatapannya juga. Ia mencoba mengabaikan Gama yang sedang makan sia

