*** Sudah lebih dari Satu jam lamanya Giana menunggu Aya dan Farel di depan kantor mereka. Kadang dirinya duduk, kadang juga berdiri. Sampai akhirnya batang hidung kadua sahabatnya itu terlihat juga. Tampak Aya terbur-buru menghampirinya ketika perempuan itu melihat kehadirannya. “Gia, kenapa kamu di sini?” tanya Aya penasaran. Giana menatap curiga keduanya. “Dari mana kalian?” tanyanya ingin tahu apakah Aya dan Farel akan menjawab jujur atau tidak. “Dari kafe,” jawab Aya apa adanya. Ia mencoba bersikap santai tidak ceroboh. “Berdua aja?” Medengar Giana banyak bertanya dan tampak curiga, membuat Aya sedikit waspada. Ia khawatir orang suruhan Gama sudah melaporkan pertemuan rahasia dengan Diandra hari ini. Sehingga Gama juga sudah memberitahu Giana. “Huhhh?” Aya tergagap. Den

