Apalagi yang lebih indah dari dua raga yang saling mencintai. Namun masih tetap berusaha untuk mengerti bila ada hati lainnya yang harus dijaga bukan untuk disakiti. Dalam perasaan yang penuh sesak, Sofi membalik tubuhnya. Menarik napas yang sekuat-kuatnya sambil menatap teman-teman outletnya yang saling bercanda, menunggu customer lainnya. Tidak ada satu orang pun yang tahu bila ada luka di dalam hatinya. Luka yang tidak biasa, bahkan mungkin sulit untuk Sofi abaikan begitu saja. "Gue ke toilet dulu," gumamnya pelan. Dalam setiap langkahnya berjalan menuju toilet yang letaknya cukup jauh dari outletnya, isak tangisnya semakin kuat. Dia menutup mulutnya kuat-kuat agar tidak membuat orang lain curiga. Beberapa kali kedua matanya menangkap keceriaan orang lain bersama keluarganya men

