Sering kali aku berpikir, kenyataan bila dia mencintaiku hanya berupa mimpi yang tak mungkin terealisasi, karena adanya sosok lain di hati. Memastikan Sofi telah sampai ke outletnya baik-baik saja, Nevan memilih duduk pada kursi yang tersedia tak jauh dari tempat Sofi bekerja. Kedua matanya masih fokus menatap ke arah sana, sambil memikirkan kemungkinan yang terjadi ke depannya. Sampai detik ini, walau kejujurannya kemarin telah menyakiti hati Sofi, Nevan sama sekali tidak rela melepaskan Sofi dari sisinya. Hatinya butuh Sofi, perempuan yang telah mengisi kekosongannya selama ini. Raganya menjadi bersemangat lagi setelah mengenal perempuan yang selalu tersenyum tulus padanya. Namun yang masih dia pikirkan sampai saat ini, bagaimana caranya agar semuanya bisa berjalan sesuai keinginan

