Nyatanya banyak di dunia ini, orang yang setia menemanimu belum tentu ditakdirkan menjadi milikmu. Jadi biarlah waktu yang menjawab dan Tuhan yang menentukan jawabannya. "Sof ...." tegur Nevan merasa bingung karena sejak gadis itu keluar dari gudang, ia hanya diam. Memandang Nevan lekat. Dan sesekali bahkan Nevan bisa melihat lirikan kedua mata Sofi pada sosok yang datang bersamanya. "Hei, kamu kenapa?" tegur Nevan bingung. Ia mencoba meraih lengan Sofi dengan lembut namun segera ditepisnya kasar. "Maaf," kesal Sofi pada dirinya sendiri. Ternyata kalimat tanya yang mengungkapkan rasa penasarannya tidak mampu ia realisasikan. Dia begitu takut akan kenyataan dari jawaban yang akan Nevan jawab. Karena ia merasa Nevan memang ditakdirkan bukan untuknya. "Sof ...." panggil Nevan sekali l

