Bab 15. Bahagia Tak Mungkin Tanpa Luka

1069 Kata

Kau harus tahu, mencintaiku adalah sakit. Karena tidak hanya ada bahagia yang kuberi melainkan selalu ada luka yang tak pernah lepas dari sisi.   Sepanjang perjalanan pulang, Sofi hanya bisa tersenyum malu-malu di atas motor yang dikendarai oleh Ayahnya. Ingatan tentang bagaimana tadi Nevan menciumnya, memintanya untuk menjadi istri masih lekat diingatannya. Walau Sofi tahu belum ada rasa keseriusan di sana, namun seiring berjalannya waktu ia yakin perasaan mereka berdua akan semakin nyata dan jelas. "Pa, kok berhenti?" tegur Sofi bingung. Ia melirik jam dipergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 00.15. Suasana jalan raya Tangerang yang mulai sepi membuat rasa takut Sofi meningkat. "Nggak tahu, tiba-tiba mati," suara sang Ayah. Sofi turun, berdiri di samping sang Ayah yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN