Rey mulai mengerjapkan matanya beberapa kali, sinar yang sangat menyilaukan mata benar-benar berhasil mengusik pria itu dari tidur pajangnya. Ia mulai bergerak, sekujur tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa, dan itu mmebuat Rey harus kembali mengumpulkan kesadaran dan tenaganya. “Tempat apa ini?” Ia mulai mendongakkan kepalanya dan melihat sekeliling. Tempat ini lembab, diluar sana terlihat dengan jelas tanaman liar menjulang tinggi dan menutupi sebagian kaca, namun matahari masih bisa menyinari sampai ke dalam ruangan tersebut. “Aku harusnya ada di kantor polisi, tapi kenapa aku ada ditempat seperti ini?” gumamnya pelan. Rey mulai bergerak, pusing menghantam kepalanya dan Ia hanya bisa menggeram dengan sedikit membenturkan kepalanya pada meja yang ada di hadapannya. Tangannya masih

