Di depan ruang ICU, saat ini Alexa duduk dikursi roda ditemani Leon dan Aji. Leon merutuki dirinya sendiri yang sudah keceplosan jika Ia baru saja kembali dari rumah sakit. Alexa tentu saja tidak mudah percaya meskipun Leon berusaha berkilah dan mengatakan banyak hal. “Aku mau ketemu Angel dulu, Leon,” lirih Alexa. Perempuan itu bersusah payah untuk tidak menangis, tapi sayangnya Ia tidak sekuat itu. Air mata sudah mengalir membasahi pipinya, dan leon sangat benci jika melihat Alexa demikian. “Sssttt... Jangan menangis, Ale! Kuatkan dirimu, karena Angel sangat membutuhkan do’a dan dukungan dari kita semua.” Leon menyeka air mata istrinya dengan lembut dan menyentuh pipinya, mengusapnya dengan ibu jari. “Aku akan bicara dulu pada dokter,” jelas Leon pada Aji dan Alexa. Keduanya ha

