Layaknya seorang ratu yang sedang menghakimi prajuritnya, Alexa duduk di atas ranjang dan sama sekali tidak membiarkan Leon untuk mendekatinya. “Siapa Amanda?” tanya Alexa dengan datar. “Dia hanya orang biasa, sama seperti orang yang sering kita temui tanpa sengaja.” “Bohong!!” “Kalau kamu masih ingin bicara kebohongan, lebih baik kamu keluar!!” Alexa menyilangkan kedua tangannya di d*da, menatapnya tajam, seakan ingin menelan Leon detik itu juga. Cemburu, itu yang memang Alexa rasakan saat melihat perubahan sikap Leon. Tapi yang membuat Alexa semakin marah adalah Leon yang tidak berkata jujur padanya, mengenai siapa Amanda. Kejujuran dan kepercayaan sangatlah penting dalam menjalin sebuah hubungan, Alexa memegang teguh hal itu. “Aku cuma mau kamu jujur, siapa Amanda!” “Kenapa sa

