“Ingus?” Alexa menatap Leon dengan curiga, Ia lantas menyentuh hidung bawahnya. ‘Kering kok! Apa mungkin Leon ngerjain aku?’ batin Alexa. Melihat reaksi Alexa, Leon diam-diam tersenyum nakal. Ia hanya bisa mendesah pasrah, andai saja Ia tidak terluka seperti sekarang, mungkin ia sudah menarik Alexa kedalam pelukannya. “Kamu ngerjain aku, kan?” tanya Alexa. “Sedikit,” jawab Leon dengan menggenggam tangan Alexa. “Aku tidak suka melihat kamu menangis dan bersedih. Jadi tersenyumlah, karena hanya dengan melihat senyum dan kebahagiaan mu luka ini terasa nikmat.” Alexa akhirnya tersenyum. Jika Leon dalam keadaan baik-baik saja, mungkin Ia sudah memukul lengan pria itu dan memarahinya. Tapi saat ini, Alexa hanya mengangguk dan menunjukkan senyum terbaiknya untuk Leon. “Jangan pernah melakuk

