37. Seorang mata-mata

1551 Kata

“Selamat malam, maaf papa terlambat!” seru Aji yang masih duduk dikursi roda saat mendekati meja makan. “Malam pa...” balas Alexa. “Papa tidak terlambat, tapi kami yang terlalu cepat turun,” lanjutnya lagi. Aji hanya terkekeh mendengar ocehan menantunya. Dimata Aji, sebagai seorang menantu Alexa adalah sosok yang sempurna. Cantik, lembut dan Ia benar-benar begitu memperhatikan semua orang, termasuk dirinya. Tanpa pernah terlewatkan, setiap hari Ia selalu saja bersyukur karena Tuhan masih memberikannya umur yang panjang, sampai bisa menikmati momen indah seperti ini. Tanpa terasa, bulir bening mengalir secara tiba-tiba disela diamnya Aji. Alexa yang duduk dekat dengan mertuanya langsung meraih tissue dan menyeka aia mata mertuanya. “Apa yang papa pikirkan? Kenapa papa sampai harus menan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN