Beberapa hari berlalu, Rey telah kembali ke kediamannya dengan kondisi yang sedikit mengerikan. Satu kakinya lumpuh dan lebam yang cukup parah di area wajah. Hilangnya Rey tidak pernah terendus oleh media, karena Lingga dengan begitu pintar mengatakan jika putranya itu sedang melakukan pertemuan bisnis diluar kota. Lingga ketar-ketir untuk menutup awak media yang sudah menyebarkan berita jika Rey bukanlah melakukan perjalanan bisnis, melainkan terjadi sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Bahkan semua itu telah dirilis pada koran dan majalah bisnis hari ini. Lingga mendengar kabar dari sala satu wartawan yang bekerja untuknya, jika awak media akan datang untuk meliput dan meminta kejelasan mengenai kondisi Rey saat ini. “Penjaga!!!” teriak Lingga dengan penuh amarah. “I-ya nyonya besar,

