“Angel...!!” Alexa berlari tanpa peduli dengan lantai yang sudah dipenuhi dengan pecahan kramik dan kaca. Ia lantas menyentuh pipi Angel dan berusaha untuk membangunkannya. “Angel... Bangun Gel, ini aku, Alexa...” “Bibi, kenapa dia tidak mau bangun? Apa yang terjadi pada Angel?” Leon mendekati Alexa dan melihat bagaimana kondisi adik tirinya itu. “Apa kalian memberikan obat penenang atau semacamnya pada Angel?” tanya Leon dengan menatap pelayan yang menjaga pintu kamar tersebut. “I-iya tuan... Tapi bukan kami yang melakukan itu.” Leon hanya bisa menarik napas dalam. Tanpa mereka menjelaskan apapun, Leon bisa tahu siapa yang melakukan ini pada Angel. Melihat kondisi Angel yang buruk seperti ini, Alexa terus saja menangis. Bagaimanapun Angel, Alexa tetap menyayanginya. Tidak ada lagi

