“Sayang... handphone mu berbunyi,” kata si wanita yang saat ini sedang mati-matian berjuang untuk tetap bertahan dengan hentakan yang tiada henti, memberikan sebuah kenikmatan yang selalu Ia dapatkan dari pria itu. “Aku tidak peduli! Kita lanjutkan saja kegiatan kita, jangan hiraukan ponsel tidak berguna itu!” serunya dengan terus menghentakan pinggulnya dan memasuki wanita itu secara utuh. Tidak lama kemudian terdengar erangan panjang dari keduanya. Ruangan itu terasa panas karena pergulatan hebat yang mereka lakukan, bahkan keringat yang bercucuran menjadi bukti nyata dari penyatuan tersebut. Pria itu ambruk disamping wanita itu dan menyeringai. “Aku selalu menyukai setiap hal yang ada pada dirimu, termasuk cara mu menggodaku di atas ranjang,” bisiknya. “Bohong!” serunya dengan me

