“Aku memaafkanmu Darren ... tak apa, tak masalah jika kau memang penasaran. Karena kau memang pantas merasakan itu jika kejadiannya demikian.” Ujar Thalia setelah cukup lama terdiam. ia mengurai pelukan Darren lalu menatap lelaki itu tepat pada manik matanya. “Darren ... aku tak apa. Aku hanya terkejut. Aku tidak akan marah. Aku mengerti, aku paham yang kau rasakan.” “Kau pasti bingung ya?” “Ya ... sangat.” Jawab Thalia kemudian ia menatap Darren seraya memberi lelaki itu senyuman. “Sudah jangan dipikirkan. Sebaiknya kau segera ganti baju, setelah ini kita sarapan bersama.” Saat Thalia hendak beranjak, tangannya kembali diraih Darren hingga membuat Thalia kembali berbalik menatap lelaki itu. Tubuhnya ditarik lebih dekat, punggungnya ditekan pelan kemudian setelah itu Darren mem

