Zac mengangkat kepalanya dan menatap air danau. “Aloysia... Kean...”bisiknya lagi. Sejak malam terakhir dia menghabisi para were itu, Zac bersumpah kalau dia tidak akan mencintai wanita manapun. Tidak akan membiarkan dirinya tersakiti lagi karena mencintai seseorang. Dan tidak akan membiarkan rasa cintanya untuk Aloysia dan Kean digantikan oleh wanita lain. Tapi sesaat dia takut. Rasa ingin melindungi dan memiliki yang dirasakannya pada Gabriella jelas bukan perasaan yang dangkal. Dan Zac tidak ingin perasaan itu berkembang lebih besar. “Aku sudah mengkhianatimu dengan terus menjalani hidup, Aloysia.... Aku tidak akan mengkhianatimu lagi dengan mencintai wanita lain... Tidak akan.”bisik Zac lagi lalu membaringkan tubuh jangkungnya di tanah dan memejamkan matanya. Membiarkan dirinya kemba

