“Kita ke Grand Indonesia ya,” titah Fred pada supir sesaat sebelum membuka pintu mobil. Beberapa saat sesudah rapat, saat di mobil, Frederik sengaja ingin memberi hadiah untuk Zefa, yang terus menerus menolak. Tapi kali ini Frederik ngotot dengan alasan tanpa bantuan Zefa, proyek ini tidak akan berhasil. Frederik memiringkan tubuhnya ke arah kiri, ke arah Zefa yang masih saja sibuk mengetik laporan hasil rapat di MacBook, “Zefa, karena andilmu, proyek ini berhasil. Aku ingin memberimu hadiah, sebutkan saja kamu mau apa.” Kata Fred dengan sangat lembutnya. Zefa menutup MacBook kemudian sedikit miring ke arah Frederik dan menjawab, “itu sudah tugas saya sebagai staf di Aurevia, Pak. Tidak perlu menyengaja untuk memberi saya hadiah. Kesuksesan Bapak kan menjadi kesuksesan Aurevia.” “No,

