"Kematian bukanlah bencana terbesar dalam hidup ini. Bencana terbesar dalam hidup adalah ketika ketakutan kita kepada Allah sudah mati saat kita masih hidup." Kembali ke kampung halamannya setelah lebih satu tahun lamanya, seharusnya menjadi hal yang menyenangkan bagi Dinda karena bisa bertemu sahabat dan orang-orang yang membantunya dengan tulus selama ini, tapi kini malah menjadi boomerang masa kelam itu lagi. Semuanya terulang, walau dengan kejadian yang berbeda. 3 orang berseragam hitam dengan kacamata hitam sudah menunggu di depan rumah mama Heni, berkacak pinggang, penampilan mereka ala-ala mafia. Satu orang dengan postur tubuh paling besar, satu lagi dengan rambut jabrik, dan yang terakhir, berperut buncit. Mama Heni kebingungan kenapa ada orang-orang seperti mereka di depan rumah

