"Berpegang teguhlah pada kebenaran, bahkan meski kebenaran itu akan membunuhmu." -- Umar bin Khattab. Dinda kembali ke tempat di mana dia tumbuh, besar, dan berada selama lebih 15 tahun dalam hidupnya. Tempat di mana dia mengenal dunia, menghabiskan hari-harinya, tempat di mana dia tinggal bersama orangtuanya, bersama neneknya. Juga tempat dengan sejuta kenangan pahit yang menyesakkan jika diingat kembali. Dinda menatap sekeliling, tak asing dengan pemandangan yang sedang dilihatnya di atas motor saat ini. Tak ada yang berubah, selain beberapa pohon di tepi jalan yang semakin tinggi, selebihnya sama. Motor Putra berhenti tepat di sebuah rumah yang di dindingnya tertulis RT 01. Dinda meloncat turun dari motor, menunggu Putra turun juga. "Ayo Kak!" "Dinda serius ke sini dulu? Tidak ke m

