"Jadilah seperti bunga yang memberikan keharumannya bahkan pada tangan yang menghancurkannya." -- Ali bin Abi Thalib. Pukul 4 subuh Dinda terbangun, sejak semalam dia susah tidur karena memikirkan kelas pertamanya di pesantren, bagaimana reaksi orang-orang nantinya saat Dinda memperkenalkan diri? Walau Dinda tau teman sekelasnya nanti pasti juga gadis-gadis yang ditemuinya saat makan malam di asrama kemarin. Ada kah yang mau berteman dengannya? Bagaimana dengan tugas-tugas sekolah? Aturan-aturan kelas? Dinda sudah gelisah duluan sebelum mencobanya. Dinda melihat Maye dan Nia di ranjang seberang, mereka berdua masih tidur, pulas. Dinda mendorong tubuhnya ke depan, menengok ke bawah, melihat Arika sudah bangun apa masih tidur. Ternyata Arika masih tidur, memeluk gulingnya. Dinda pelan-pel

