Bab 48 : Kenyataan, tak semanis mimpi.

1602 Kata

"Ri, bangun!" Fahri langsung terbangun dengan keadaan sempoyongan, ia melihat ke sekeliling yang terasa asing di matanya. "Di mana kita? Bukannya di basecamp? Lah Radit, kok ada di sini?" Tanya Fahri linglung, membuat beberapa orang yang berada di sekitar Fahri terkekeh melihat nya yang masih berada di antara sadar dan belum sadar sepenuhnya. "Masih belum terkumpul nyawa dia, Dit. Harap maklum aja." Radit ikut terkekeh, terlebih lagi wajah Fahri yang menatap dirinya heran. "Kenapa sih, Ri? Kok liat aku segitunya. " Fahri menatap sekali lagi orang-orang yang saat ini juga tengah menatapnya dalam diam. Hingga akhirnya dirinya tersadar, tadi adalah mimpi, di mana masih ada Ucok, anu, Dhani, Andi, Adul berada di basecamp. Namun sekarang keadaan sudah berbeda. Tak ada lagi sosok Ucok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN