Lima puluh lima

1700 Kata

Malam menuju akhir musim panas. Hawa sudah lebih dingin daripada biasanya. Sebentar lagi dedaunan akan berwarna keemasan, berguguran di musim gugur. Sebenarnya, bagi Reya musim gugur lebih romantis dibandingkan musim semi dengan rona merah muda. Musim gugur keemasan, membuat suasana hangat dan manis. Meski kini ia merasa musim itu sama seperti dirinya. Daun gugur meninggalkan ranting, lalu akan tumbuh daun yang baru. Hanya saja daun yang gugur bukan berarti mati 'kan? Mereka memberikan kehidupan yang baru. Tentu saja jejaknya masih ada di sana. Malam ini Reya duduk di kursi taman. Ia mengadahkan wajah dengan mata yang terpejam. Setelah bertemu dengan Yunki membuat perasaannya tak keruan sesaat. Kini sudah lebih baik. "Ada apa?" tanya seseorang. Reya menoleh, ia terlunjak karena m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN