Empat puluh tiga

1910 Kata

Minjun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah menuju ruang makan. Langkah pria itu begitu ringan. Tadi Jinan mengatakan kalau ia akan memasak untuk makan malam mereka. Minjun ingat terakhir kali ia makan bersama dengan Jinan, wanita itu memasak tumis tahu yang begitu nikmat untuknya. Lalu malam ini, tentu saja ia membayangkan masakan yang lebih enak. Yang lebih penting adalah bisa menikmati waktu makan malam berdua bersama Jinan. Langkah Minjun terhenti ketika mendengar suara obrolan dari dalam. Ia menelan saliva kala mendengar suara sang ibu yang tengah berbicara. Minjun tau betul nada suara sang ibu saat ia menyukai atau tidak menyukai seseorang. Suara yang ia dengar jelas hanya basa-basi dari Jaera. Ia memutuskan untuk kembali melangkah dengan tenang. Jaera duduk menghadap arah ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN