Mengapa harus terjadi

1594 Kata

Satu kebahagiaan datang menerpaku, Satu kesedihan pun menusukku perlahan-lahan. Setelah Januar pulang karena sudah terlalu lama bersamaku, aku membaringkan tubuhku ditemani oleh kakakku, sambil menunggu orang tuaku pulang. "Kak? Menurut kakak, Januar itu serius gak sih?" Kakakku tersenyum manis padaku "Heuh kamu ini Fris! Kalo kakak liat nih ya, dia itu emang serius sama kamu!" "Beneran kak?" "Iya Frisca beneran ko" Ceklek, pintu ruangku terbuka, nampak orang tuaku sudah pulang dengan wajah yang tak bisa aku definisikan lagi. "Ada apa ayah, bu?" "Heuh, enggak sayang! Ibu cuma gak menyangka aja ko tega sih Aurel ngelakuin ini sama kamu" II "Hmm, sudahlah bu!" Desisku pelan meratapi takdir ini. Aku hanya bisa mendoakan mu dari sini Aurel, meskipun yang kau lakukan itu sangat jahat aku masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN