Keputusan untuk pergi

1510 Kata

"Kita putus!" Ucapku jelas, disertai dengan uara jarum jam yang mendadak begitu jelas disertai terdengar. Januar mengalihkan pandangannya, ia bergeming pelan "Gak mungkin-gak mungkin-gak mungkin" desisnya persis seperti bisikan. Ia menyembunyikan kepalanya di bawah meja, tangan kekarnya tepat berada dikepalanya. "Janu, dengerin aku!" Tanganku meraih tangan Januar, yang terasa Januar enggan melepaskan tangannya. "Janu! Please" kini air mata melihat Januar dengan keadaan seperti ini. begitu dingin. Namun, menyelimuti pipi ku, sendu "Please!" Lirihku pelan, suasana semakin hening, entah ke mana orang-orang sekarang. Januar mengangkat kepalanya, ia masih memegangi kepalanya, mungkin terasa sakit baginya. "Mengertilah Janu" ujarku pelan Ia berusaha menguatkan dirinya, mengambil nafas lalu membu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN