Semenjak bertemu Andini tadi pagi ketika menyambutnya, Bayu sama sekali tidak bisa berpikir jernih. Ia masih tidak menyangka akan satu tempat kerja dengan perempuan itu. Ruangan mereka bahkan bersebelahan. Bayu lantas mengirimkan pesan kepada David untuk memberitahukan hal itu. Sungguh Bayu bingung harus bagaimana sekarang. Jika pun ia meminta pindah ruangan, sebenarnya bisa saja. Ia masih memiliki pilihan untuk pindah ke lantai lima gedung WF. Atau pun ia bisa mengajukan ruangan tempat lainnya, meskipun itu lebih sulit. Hanya saja jika ia langsung mengajukan pemindahan ruangan setelah kedatangan Andini, bukankah itu terlalu kentara. Hal ini menyebabkan Bayu tidak memiliki minat sedikit pun untuk pergi makan siang. Bahkan meski ia mengajar hingga sore hari. Bayu lantas membuka dompetnya

