Flora terbangun dari tidurnya. Sesuatu yang berat terasa menindih perutnya saat ini. Ketika ia menoleh ke bawah, itu adalah lengan kekar Bayu yang memeluk perutnya. Flora menjadi merasa gugup, pipinya merona merah. Ia teringat akan kegiatan mereka semalam. Jika mengingatnya kembali. Rasanya ia sungguh merasa malu jika kembali mengingatnya. Detak jantungnya bahkan kembali menguat ketika ia hanya membayangkan hal tersebut. Rasanya sungguh memalukan. Ia ingin bangkit dari tidurnya namun tangan Bayu seolah menghalangi dirinya untuk melakukan apapun dan tetap berada di tempat tidur. Tidak ada pilihan lain selain mengangkat tangan lelaki itu, jadi Flora mencoba melakukannya. "Pagi, Ra." Usaha Flora itu justru membuat Bayu terbangun. Lelaki itu lantas mengangkat tangannya dari perut Flora. M

