Flora terbangun ketika dini hari dan menyadari bahwa di tangannya terpasang inpus. Bau semerbak obat dan rumah sakit yang begitu khas pun langsung menyambut indera penciumannya. Ia melirik ke sekitar. Rupanya Bayu tertidur dengan setengah badan membungkuk pada bangkarnya. Flora masih merasakan kedingingan namun sekarang ia merasa jauh lebih baik. Dirinya merasa sangat haus namun ia tidak bisa mengambil air. Tidak ada pilihan lain selain membangunkan Bayu. Ia pun menyentuh pundak lelaki itu. "Om," panggilnya. "Om," ia menggoyangkan pundak Bayu. Lelaki itu sepertinya tidur terlalu nyenyak. Dibandingkan dirinya yang pingsan, sepertinya Bayu masih baik-baik saja. Flora pun membelai rambut lelaki itu. Seharusnya ia jujur saja jika semenjak tiba di villa itu tubuhnya benar-benar kedinginan.

