Tak terasa waktu cepat berlalu. Sudah hampir satu minggu Dewa terus mengurung diri di dalam rumah pribadinya. Hari ini dia sudah bersiap untuk menemui Anya dan akan meminta maaf langsung. Di samping itu, dia juga akan menjelaskan semuanya kepada perempuan itu. Kali ini dia tidak bisa berharap lebih. Paling tidak dia harus bisa meminta maaf terlebih dahulu. Untuk selanjutnya tergantung dari pembicaraan mereka nantinya. Meskipun sangat kecil kemungkinannya untuk bisa memperjuangkan hati Anya kembali, dia tetap akan mencobanya kembali. Setelah tiba di parkiran apartemen, Dewa tampak terdiam di dalam mobil. Padahal ini bukan pertama kalinya dia mendatangi apartemen Anya. Namun, untuk kali ini berbeda. Jantungnya berdegup kencang dan tak karuan. Rasa gugup juga telah menyelimuti dirinya s

