“Tidak ada Pak, Beliau hanya bertanya sedikit,” jawab Nolla sambil melirik ke arah Anya yang ada di sebelahnya. “Kata siapa gue nggak marah! Kalian berdua bener-bener ya ... tega banget!” timpal Anya dengan tiba-tiba. Nada suaranya juga sudah terdengar ketus dan itu membuat Nolla langsung tersenyum. Namun, semua itu berbeda dengan Seno. Pria itu langsung mendengus karena adiknya benar-benar kesal padanya. Kali ini dia harus bisa membujuk adiknya. Dia tidak ingin jika nantinya Anya akan mempersulit Nolla. Meskipun di dalam hatinya dia meragukan itu, tetap saja dia harus segera bertindak. “Nya ... Kakak minta maaf, Kakak yang salah, dan Kakak yang minta Nolla untuk jangan bilang ke kamu dulu. Dia nggak salah, Kakak yang salah. Kamu jangan marah sama dia, kalau mau marah kamu marah aj

