Sebelum Pangeran Levia bertanya di dalam mimpi itu, dirinya sudah terlanjur terbangun lebih dahulu. Dia di buat bertanya-tanya tentang apa yang baru saja dia mimpikan. Tiba-tiba, Pangeran Odion menepuk punggungnya dari belakang, "Apa yang sedang kamu pikirkan, Levia?" tanyanya. "Tidak ada, aku hanya bermimpi suatu hal yang sangat aneh menurutku," jawab Pangeran Levia. "Mimpi seperti apa itu?" tanya Pangeran Odion. "Hanya segerombolan anak-anak muda yang memperingatkanku untuk jangan melanjutkan perjalanan ini, karena kita adalah saudara. Mungkinkah itu saudara yang sering di ceritakan, ibu?" balas Pangeran Levia dengan rasa penasaran yang sangat tinggi. "Benarkah? Ibu juga bercerita padamu? Dulu sering bercerita kalau adiknya bisa selamat dan kabur masuk ke hutan ini, tapi apakah mung

