Ponsel Claude bergetar hebat, jika di hitung, mungkin getarannya sampai 10 SR karena getarannya sampai terdengar saat ia membelokan kemudinya masuk ke halaman parkir rumah Julian. Kontak ibunya muncul di layar yang menyala itu. “Nyokap lo nih,” ujar Julian yang melihat siapa yang menghubungi Claude. “Jangan diangkat. Dia pasti mau ngomelin gue. Tadi pagi gue kabur soalnya,” ujar Claude. “Yaudah.” Julian pun menuruti keinginan temannya itu untuk mengabaikan Sam. Di lain tempat, Sam sedang mendengus kesal. Putranya yang ia anggap tak tahu diuntung itu tak mengangkat panggilanya. “Bener-bener nih anak!” Sam bersungut kesal. “Kenapa, sih?” Rey yang pulang lebih cepat dari biasanya itu memeluk Sam dari belakang. “Anak kamu, tuh! Pusing kepala aku kalo ngomong sama dia!” Sam menekuk wajah

