TUJUH PULUH

983 Kata

Sky duduk bersisian dengan Claude atas perintah Miranda. Gadis itu pun menurutinya meski kedua orang tuanya tentu bertanya-tanya. “Ayo, ayo, dimakan,” ujar Miranda. Mereka pun makan sambil sesekali berbincang tentang bisnis atau hal lainnya. Di balik meja, Claude menggenggam tangan Sky yang tersenyum malu karena ulahnya. Gabe yang baru saja datang menyadari hal itu dan berdehem. Dengan cepat, Sky melepaskan tangan Claude yang saling bertautan dengan miliknya. “Sialan nih si kampret. Saking aja dia calon kakak ipar gue. Kalo bukan udah gue aduk kepalanya pake sendok teh!” Claude membatin kesal. Gabe mengambil tempat duduk di sebelah Sky, membuat Sky tidak berani mengangkat kepalanya untuk menghadap pemuda itu. Alasannya jelas saja karena Sky berpikir jika Gabe tentu tengah bertanya-tany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN