Suara pintu terbuka membuat mereka menoleh kearahnya. Taklama Rizal mendatarkan wajahnya saat tahu jika yang masuk adalah anaknya,Al dan pacarnya yang tak lain Caramel. "S-selamat siang tante"sapa Caramel tersenyum kaku yang dibalas senyuman kecil Arsyi. Walau Arsyi buta bukan berarti dia tuli ya. "Wah Cara,sini sini duduk"seru Arsyi membuat Caramel berjalan kaku. "Sini sama mama," ujar Arsyi mencoba meraba dimana tangan Caramel. Al yang disamping Caramel mengambil tangan ibunya lalu mendekatkan ke tangan pacarnya. Arsyi tersenyum lalu bertanya, "Cara sakit? Kok tangan kamu dingin sih?" Caramel semakin tegang. "A-ah i-iya, Cara agak gak enak badan." "Loh kenapa tadi gak bilang?"tanya Al dengan memegang dahi Caramel. Tatapan khawatirnya membuat Caramel semakin bersalah. "Aku

