SELAMA lebih dari seminggu Alena tidak masuk kerja, kali ini dia memberanikan diri untuk melawan rasa takutnya. Kehilangan pekerjaan hanya akan memperburuk kondisinya. Dia berangkat bersama Hanin meski harus berjalan lebih jauh dan menolak tumpangan Jo walau dia sudah sampai di depan gang. Jo lelaki dan Alena perlu untuk menjaga jarak dari pria mana pun. Tangannya mengalami tremor fisiologis ketika harus berinteraksi dengan satpam atau berdekatan dengan pria di lift. Rasanya mereka berbahaya. Entahlah, meski Alena bukan sepenuhnya korban kekerasan seksual, dia keberatan harus berhubungan selain dengan wanita. Jonathan sempat melirik biliknya di mana Alena menelungkup dalam-dalam, tidak seperti biasanya yang ceria dan bersosialisasi dengan rekan sejawatnya. Timbul keinginan untuk menghamp

