Twenty&4 : Depresion

4439 Kata

“AL,” panggil Hanin entah ke berapa kali diabaikan Alena. Keadaan gadis itu tidak menentu, sewaktu-waktu bisa mengabaikan rasa sesaknya, di waktu yang lain kembali melamun. Ralat, dia lebih banyak melamun daripada merasa baikkan. Seperti pagi ini saja, Alena sulit dibujuk untuk makan. Hanin sedang terburu-buru harus berangkat ke kantor, tapi kondisi Alena lebih penting. Dia lebih mengkhawatirkan dan Hanin bertekad tidak akan beranjak sebelum Alena menyentuh makanannya. “Ayo makan. Kamu gak boleh nyiksa diri kamu sendiri.” “Al, kalau kamu masih kayak gini, aku gak bakal berangkat kerja. Kemarin aja kamu nyaris sekarat tau gak enggak makan seharian.” Alena hanya diam, mengabaikan rasa sakit di perutnya. Dia lapar, tapi entah kenapa dia ingin menyiksa diri. Mungkin jika menderita bisa meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN