“APA? Kau gila, Mark? Kenapa kau mendengarkan pembunuh itu?” Pagi hari di ruangan Darius sudah terdengar nada tinggi Dirut induk perusahaan DK groups terhadap tangan kanannya. Tidak ada yang mendengarnya selain penjaga yang bertugas berjaga di sekitar ruangan sebab peredam suara otomatis sedang tidak dipasang. Kursi sekretaris Darius masih kosong sejak sekretaris yang terakhir kali, gantinya kerja Jason double-double. Terhitung 4 hari Mark tidak terlihat semenjak insiden Darius mencekiknya, pagi ini dia datang dengan usul gila dari Manajer perusahaan. Bagaimana tidak? Mark menyampaikan usulan Jason yang disetujuinya; memanggil media untuk konfirmasi tentang rumor itu. Usulan paling aneh di telinga Darius. “Darius, Jason ada benarnya. Aku tau keluarga kalian cukup anti pada wawancara, ta

