“LOH, kok harus dihapus?” Dua hari selang berkunjungnya Darius ke gedung stasiun, Alena mengajak Jo untuk kembali bertemu. Kali ini, dipastikan dia tidak akan membahas hal ini di ruangan atau dekat gedung. Tempat itu sudah menjadi tempat berbahaya untuk perbincangan ini. Dia juga menyesuaikan dengan jadwal padat Jo, jadi mereka bertemu ketika pekerjaannya sebagai Kepala Direksi Berita itu selesai. Agak malam, tapi mau bagaimana lagi. Hanya saat ini Jo lenggang dan bisa ditemui. Jo mengangguk, menyeruput minuman cup dinginnya. Sedari tadi pria itu menikmati jajanannya, sementara burger dan pop ice Alena hanya berkurang sedikit. Sepertinya baru akan dilahap setelah perbincangan mereka usai. Jajanan kaki lima ini membuatnya ingat masa kecil dulu. Tebak mereka bertemu di mana? Di pasar mal

