Part 23

1310 Kata

Di kediaman Jordan terlihat begitu ramai dengan orang-orang yang hilir mudik mempersiapkan acara yang bersejarah bagi putri semata wayang—ralat bagi Aslan lebih tepatnya. Sedangkan bagi Aghata ini adalah hari tersial selama ia hidup. Orang-orang dari EO melakukan pekerjaannya dengan baik, "Bu, yang ini mau di taruh dimana?" tanya salah satu dari mereka sembari mengangkat karangan bunga Aileen yang tengah mengecek hidangan untuk acara nanti menoleh, "taruh kebelakang saja mas," ucap wanita cantik itu yang langsung di angguki olehnya. Sementara di dalam kamar Aghata hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi kedepannya, kejadian ini membuat gadis itu tersadar bahwa sekeras apapun dia berusaha, semesta akan selalu mengajak dia bercanda. Di kehidupan pertama maupun kedua semuanya teta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN