Setelah kejadian di kantin tadi Aghata memilih menenangkan diri di sebuah taman yang terletak di samping lapangan voli, gadis itu menumpukan kedua sikunya diantara kedua pahanya seolah berpikir detik berikutnya gadis itu menengadah menatap langit yang hanya terdapat awan putih. "Heh Nugi curut! Lo bisa denger gue gak? Pakabs Lo di neraka? Aman? Sabilah ya Lo watsap gue ngasih tau keadaan di neraka." gumamnya menatap langit "Enak kali yah di neraka bisa barbeque-an tanpa susah-susah nyalain api sama ngipasinnya," lanjutnya masih dengan gumaman "Gue kangen sama Lo Nugi paok! disaat-saat begini gue kangen tingkah Lo yang malu-maluin." Aghata menghela napasnya pelan. Disaat gadis itu sibuk menatap langit, seseorang duduk di samping gadis itu membuat Aghata mau tak mau mengalihkan atensinya

