"Aku ingin pasta." Ucap Devian. "Sama kan saja ya ."Ucapku pada pelayan tersebut. Sambil menunggu makanan datang aku mulai menanyakan tentang vampire pada Devian.
" Baiklah Dev katakan padaku sejak kapan kau menjadi seperti ini." Ucapku dengan rasa penasaran sambil menetap padanya. ia menatapku sambil tersenyum sedikit.
" Devian aku tau kau tidak tuli ." Ucapku lagi dengan sinis.
aku masih menatapnya untuk mendengarkan penjelasannya secara rinci.
" Megan Dengarlah aku sudah lama menjadi seperti ini. Aku sudah lama menjadi vampire kau tau dari kecil bahkan sejak kita pertama kali bertemu aku ini sudah menjadi vampire." Ucapnya padaku yang membuatku terkejut menatapnya.
" Kau tidak main main kan ?." Tanyaku padanya.
" Tidak Nona aku sangat bersungguh sungguh dengan ucapan ku saat ini dan untuk seterusnya." Ucapnya dengan serius menatapku.
aku diam menatapnya.
" lalu kenapa kau tidak menjadikanku santapanmu dan kau tidak pernah berperilaku seperti Vampire pada umumnya." Ucapku padanya.
ia menatapku dengan geli dan kemudian terdengar gelak tawa yang sangat keras, aku menatapnya dengan kening berkerut dan tak sengaja memukul kepalanya menggunakan garpu karena aku menyadari tatapan pengunjung mulai mengarah pada kami. bukan kami tapi pada pria yang berada di hadapanku saat ini ia bahkan sudah menganggap restourant ini seperti rumah neneknya kurasa memalukan. Aku bahkan terus saja melirik sekitar.
dan tak lama ia berhenti tertawa dan mulai menatapku dengan serius ya Tuhan aku rasa ia memiliki keperibadian ganda. expresi nya selalu dapat berubah ubah. aku bahkan bertanya tanya apa vampire akan seperti ini aneh tapi nyata sekali. haish sungguh sangat aneh dan membuatku tidak nyaman.
" Baiklah aku akan menjelaskan padamu tapi tolong berhentilah menatapku dengan pandangan bodohmu karena itu membuatku sangat ingin tertawa terbahak bahak di buatnya." Ucapnya dengan tatapan tidak berdosanya yang membuatku sangat ingin menginjak lehernya sampai mati. tapi pertanyaannya apakah bisa. entahlah di coba saja bukan siapa tau berhasil. tapi walaupun kenyataannya hanya khayalan ku semata entahlah terserah fikirku. aku masih terus menatapnya dengan diam .
" jadi begini nona Mrgan alasanku tidak memberitahumu bahwa aku adalah vampire karena aku tak ingin membuat kalian takut dan tak lama menjauhiku dan tak ingin berada di dekatku. itu alasanku."Ucapnya
" dan kau tau kalau aku memberitahukan padamu pun aku sangat sangsi bahwa kau akan percaya begitu saja atas apa yang aku utarakan padamu karena mana ada di jaman ssekarang terdapat vampir pasti itu adalah pemikiran yang sangat kolot bukan dan takan terjadi di dunia nyata. tapi ya kaau salah bahwa sesungguhnya ini lah yang terjadi saat ini .