Bab 67

592 Kata
megan " Tidak berlebihan jika kebanyakan orang Eropa pada abad ke-16 sangat percaya dengan takhayul sejenis vampir. Bagaimana tidak? Masa lalu mereka saja dipenuhi oleh pertumpahan darah akibat peperangan. Salah satu cerita menakutkan itu lahir dari kisah Vlad III Dracul sang penyula (Vlad the Impaler) yang merupakan kisah nyata tentang kekejaman seorang Pangeran Wallachia yang berkuasa di beberapa bagian Eropa, terutama Rumania. Vlad III Dracul memiliki metode sadis dan psikopat yang ia jadikan salah satu strategi dalam sebuah peperangan darat. Seperti dilansir dalam laman Study, Vlad kerap melakukan pembunuhan dan penyiksaan terhadap musuh-musuhnya. Cara yang paling terkenal ialah menyula atau menusuk tubuh musuh dengan tombak panjang dan dibiarkan berdiri selama berhari-hari. Cara ini sangat efektif membuat pihak musuh ketakutan dan akhirnya musuh dapat dipukul mundur." Ucap devian Porfiria (porphyria) adalah sindrom langka yang gejalanya mirip dengan vampir. Penderita sindrom ini terlalu peka dan sensitif terhadap sinar matahari, bahkan akan membuat tubuh mereka mengalami luka yang cukup serius apabila terpapar sinar matahari secara langsung. Apa penyebabnya? Sindrom atau penyakit langka ini timbul karena pembentukan heme dalam sel darah merah yang tidak sempurna. Heme sendiri adalah sejenis zat protein yang dapat mengikat zat besi dan oksigen dalam darah. Laman Health Line menjelaskan bahwa kulit seseorang yang terkena sindrom ini akan luka dan melepuh jika terkena sinar matahari langsung. Itulah sebabnya porfiria juga umum disebut vampire disease alias penyakit vampir. Ia juga sangat kuat dan bisa bertransformasi menjadi kelelawar untuk berburu mangsa di malam gelap. Air suci, peluru perak dan bawang putih adalah hal yang paling dibencinya. Selama ini, Dracula dianggap hanya sebagai cerita karangan saja yang didramatisir dengan kepentingan komersil. Namun, fakta sebenarnya tentang sosok Drakula ini memang ada. bangka Home News Internasional Ternyata Dracula Benar-benar Ada, Begini Kisah Nyatanya Minggu, 27 Desember 2015 16:26 Editor: Fitriadi AA Ilustrasi sosok Dracula. Ilustrasi sosok Dracula. BANGKAPOS.COM - Siapa yang tak kenal sosok Dracula, yang kemunculannya lewat film-film selalu digambarkan sebagai pria ganteng, dikelilingi wanita cantik dan doyan menghisap darah. Ia juga sangat kuat dan bisa bertransformasi menjadi kelelawar untuk berburu mangsa di malam gelap. Air suci, peluru perak dan bawang putih adalah hal yang paling dibencinya. Selama ini, Dracula dianggap hanya sebagai cerita karangan saja yang didramatisir dengan kepentingan komersil. Namun, fakta sebenarnya tentang sosok Drakula ini memang ada. Dracula adalah nama seorang pria bernama asli Vlad III asal Rumania. Pria ini merupakan putra dari pemimpin sebuah daerah bernama Wallachia, Rumania, yang bernama Vlad II. Julukan Dracula milik Vladd III sendiri berasal dari kata Draco-ae. Draco adalah nama klannya dan sebutan “ae” adalah prefiks yang memiliki maksud “putra dari”. Nama ini kemudian diserapkan menjadi Dracula. Kisah Dracula banyak diplintir, termasuk dalam film Hollywood berjudul Dracula Untold. Di Film tersebut, sosok Mehmet II atau Muhammad Al Fatih digambarkan sangat bengis. Padahal menurut sejarah justru Dracula yang kejamnya luar biasa. Penaklukkan ini pun berimbas luas, hingga menyentuh daratan Eropa, termasuk Wallachia yang ada di Rumania. Menurut sejarah, Wallachia tidak pernah diserang, namun antara kedua pemimpin, Vlad II dan Sultan Al Fatih sepakat untuk membuat sebuah perjanjian. Intinya tempat ini masuk dalam kekuasaan Islam, dan Wallachia harus memberikan jizyah atau semacam pajak. Ya, sultan meminta dua anak Vlad II untuk dikirim ke Konstantinopel untuk belajar Islam. Kedua anak Vlad II ini bernama Vlad III atau Dracula dan Radu Cel Frumos. Kedua pemuda ini pun dikirim ke Konstantinopel dan jadi orang hebat. Radu bahkan menjadi seorang Muslim yang kemudian diangkat sebagai panglima perang. Vlad III masih tetap pada agama aslinya. Bahkan ia makin membenci Islam dan Kesultanan Turki seperti yang didoktrinkan ayahnya sejak kecil.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN