Bab 70

5000 Kata
jensen jensen devian megan yaitu Vampire keturunan darah murni. Vampire jenis ini adalah vampire yang terlahir dari pernikahan vampire. ayahnya vampire origin dan ibunya juga vampire origin. Keistimewaan vampire origin adalah kekuatan fisiknya seperti manusia serigala dan yetti. Bedanya, kami lebih kuat dari manusia serigala, tapi manusia serigala memiliki indera dan kecepatan yang melebihi kami. Berbeda dengan Yetti, yang lebih kuat dari kami, tetapi lebih bodoh dan lambat. Pokoknya kami mengandalkan kekuatan fisik untuk mempertahankan diri, kau mengerti? Selain itu, vampire origin bisa berjalan-jalan disiang hari. Tapi sebagai konsekuensinya, kekuatan kami akan turun drastis. Bagi kami, makan dan mengasup nutrisi adalah dua hal yang berbeda. Kalau kami lapar, cukup dengan memakan roti, daging atau apapun seperti apa yang dimakan oleh manusia. Tapi meskipun kami makan, kami tidak dapat mencerna nutrisi dari makanan tersebut. Kami hanya bisa mengasup nutrisi dari darah manusiaVampir adalah tokoh dalam mitologi dan legenda yang hidup dengan memakan intisari kehidupan (biasanya dalam bentuk darah) dari makhluk hidup lain. Meskipun kepercayaan terhadap setan penghisap darah terdapat dalam berbagai budaya dan telah ada sejak zaman kuno, istilah vampir sendiri baru populer pada awal abad ke-18 setelah masuknya legenda vampir ke Eropa Barat dari daerah Balkan dan Eropa Timur. Di daerah-daerah tersebut juga terdapat legenda mengenai makhluk-makhluk seperti vampir, misalnya vrykolakas di Yunani dan strigoi di Rumania yang juga ikut meningkatkan kepercayaan vampir di Eropa. Vampir dalam legenda Balkan dan Eropa Timur memiliki penampilan yang beragam (mulai dari makhluk mirip manusia sampai mayat hidup) sedangkan di Eropa Barat, vampir digambarkan sebagai makhluk yang berpenampilan rapi dan mewah. Adalah cerita The Vampyre (1819) karangan John Polidori yang membentuk citra tersebut. Karya tersebut dianggap sebagai karya tentang vampir yang paling berpengaruh di awal abad ke19 dan telah mengilhami karya-karya selanjutnya seperti Varney the Vampire dan bahkan Dracula. Novel Dracula (1897) karya Bram Stoker dikenang sebagai karya klasik yang menjadi dasar bagi cerita vampir pada masa modern. Novel Dracula mengambil unsur dari legenda manusia serigala dan setan sejenisnya, dan menggabungkannya dengan konsep keabadiaan serta sistem masyarakat masa Victoria. Suksesnya buku ini memicu munculnya genre vampir yang masih tetap populer hingga saat ini melalui buku, film, permainan video, dan acara televisi. Vampir juga telah menjadi figur dominan dalam genre horor. Vampir umumnya diceritakan keluar dari makamnya pada malam hari untuk menggigit orang-orang dengan taringnya yang panjang dan mengisap darah mereka. Korban yang digigitnya biasanya akan menjadi vampir juga. Menurut beberapa mitos, vampir tidak tampak di cermin karena mereka tidak memiliki jiwa. Dalam cerita fiksi modern, vampir bisa menjelma menjadi kelelawar, serigala, bahkan gumpalan gas, dan harus menjauhkan diri dari sinar matahari.adalah manusia yang menjadi vampire karena meminum darah vampire. Slave sangat patuh terhadap masternya, yaitu vampire yang memberikan darahnya untuk diminum oleh Slave itu ketika masih menjadi manusia. Slave akan mengikuti semua perintah vampire yang menjadi masternya tanpa melawan. Slave tidak bisa hidup dibawah sinar matahari seperti kami karena pada dasarnya mereka sebenarnya sudah mati. Kekuatan fisiknya juga jauh lebih lemah dari vampire origin. Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada dan teman-temannya menemukan bahwa spesies tawon Zatypota dapat memanipulasi laba-laba spesies Anelosimus eximius. Spesies laba-laba ini cenderung hidup secara berkoloni. Namun ketika terinfeksi oleh Zatypota, laba-laba akan bersikap aneh dengan meninggalkan koloninya dan menenun jaring di lokasi yang terpencil. Yang lebih mengejutkan, saat peneliti membuka jaring tersebut, mereka menemukan larva Zatypota yang sedang tumbuh di dalamnya. Saat diteliti lebih lanjut, rupanya tawon Zatypota bertelur di perut laba-laba A. eximius yang terinfeksi. Saat telur akhirnya menetas dan larva tawon muncul, maka dia pun akan mulai memakan laba-laba dan mengendalikan tubuhnya. Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Ada yang membandingkan sensasi minum darah dengan sebuah ‘ledakan energi seksual’. Nah, Julia mengklaim, nafsunya minum darah setelah ia diculik dan diburu oleh para pemburu vampir. Hal itu terjadi selama tiga dekade ia bergabung dengan komunitas dunia bawah tanah.“Mereka tidak perlu mengalami apa yang aku alami, mereka tidak harus terluka,” tambah Julia. Ia mengklaim pernah mengalami ancaman dari komunitasnya. Seorang tetangganya pernah mencoba ‘membunuhnya’ dengan menabrakkan mobil melalui jendela dapurnya.Dikatakah bahwa minum darah adalah sebuah cara untuk hidup. Dalam buku-buku cerita, vampir digambarkan tinggal di sebuah daerah terpencil dan rumah berhantu di Transylvania. Nah, Julia justru tinggal di sebuah kawasan pinggiran kota di Pennsylvania, Amerika Serikat. Vampir selalu terlihat datang dari tempat lain di luar kenyamanan rumah kita, apakah itu di sebuah pondok di pedalaman Transylvania, di rumah megah di Inggris, atau di kota kuno Athena. "Mitos tersebut selalu datang dari tempat lain. Pada zaman Yunani Kuno, orang-orang biadab dari alam baka Yunani adalah kanibal dan pengisap darah, serta mampu melakukan ilmu hitam yang sebenarnya tidak ada. Di tempat-tempat lain, mitos vampir ada di suku-suku penyembah berhala," jelas Luckhurst. Bahkan di Amerika Selatan, kata Luckhurst, makhluk vampir yang dipercaya oleh suku Inka adalah dari dunia liar di luar kota-kota mereka. Vampir kelihatannya menjadi sebuah 'wahana' bukan hanya untuk penyakit-penyakit yang tidak mampu dipahami, tapi untuk semua hal yang dirasa aneh, tempat-tempat yang belum dipetakan dan orang-orang yang tinggal di sana juga.Dalam sebulan, ia minum darah sebanyak setengah gallon atau 1,89 liter. Untuk memenuhi kebutuhannya minum darah, sebenarnya banyak sukarelawan yang bersedia darahnya diminum. Para sukarelawan akan memberikan tangan atau lehernya untuk digigit oleh ‘vampir’ dan kemudian dihisap darahnya.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada dan teman-temannya menemukan bahwa spesies tawon Zatypota dapat memanipulasi laba-laba spesies Anelosimus eximius. Spesies laba-laba ini cenderung hidup secara berkoloni. Namun ketika terinfeksi oleh Zatypota, laba-laba akan bersikap aneh dengan meninggalkan koloninya dan menenun jaring di lokasi yang terpencil. Yang lebih mengejutkan, saat peneliti membuka jaring tersebut, mereka menemukan larva Zatypota yang sedang tumbuh di dalamnya. Saat diteliti lebih lanjut, rupanya tawon Zatypota bertelur di perut laba-laba A. eximius yang terinfeksi. Saat telur akhirnya menetas dan larva tawon muncul, maka dia pun akan mulai memakan laba-laba dan mengendalikan tubuhnya. Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Ada yang membandingkan sensasi minum darah dengan sebuah ‘ledakan energi seksual’. Nah, Julia mengklaim, nafsunya minum darah setelah ia diculik dan diburu oleh para pemburu vampir. Hal itu terjadi selama tiga dekade ia bergabung dengan komunitas dunia bawah tanah.“Mereka tidak perlu mengalami apa yang aku alami, mereka tidak harus terluka,” tambah Julia. Ia mengklaim pernah mengalami ancaman dari komunitasnya. Seorang tetangganya pernah mencoba ‘membunuhnya’ dengan menabrakkan mobil melalui jendela dapurnya.Dikatakah bahwa minum darah adalah sebuah cara untuk hidup. Dalam buku-buku cerita, vampir digambarkan tinggal di sebuah daerah terpencil dan rumah berhantu di Transylvania. Nah, Julia justru tinggal di sebuah kawasan pinggiran kota di Pennsylvania, Amerika Serikat. Vampir selalu terlihat datang dari tempat lain di luar kenyamanan rumah kita, apakah itu di sebuah pondok di pedalaman Transylvania, di rumah megah di Inggris, atau di kota kuno Athena. "Mitos tersebut selalu datang dari tempat lain. Pada zaman Yunani Kuno, orang-orang biadab dari alam baka Yunani adalah kanibal dan pengisap darah, serta mampu melakukan ilmu hitam yang sebenarnya tidak ada. Di tempat-tempat lain, mitos vampir ada di suku-suku penyembah berhala," jelas Luckhurst. Bahkan di Amerika Selatan, kata Luckhurst, makhluk vampir yang dipercaya oleh suku Inka adalah dari dunia liar di luar kota-kota mereka. Vampir kelihatannya menjadi sebuah 'wahana' bukan hanya untuk penyakit-penyakit yang tidak mampu dipahami, tapi untuk semua hal yang dirasa aneh, tempat-tempat yang belum dipetakan dan orang-orang yang tinggal di sana juga.Dalam sebulan, ia minum darah sebanyak setengah gallon atau 1,89 liter. Untuk memenuhi kebutuhannya minum darah, sebenarnya banyak sukarelawan yang bersedia darahnya diminum. Para sukarelawan akan memberikan tangan atau lehernya untuk digigit oleh ‘vampir’ dan kemudian dihisap darahnya.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada dan teman-temannya menemukan bahwa spesies tawon Zatypota dapat memanipulasi laba-laba spesies Anelosimus eximius. Spesies laba-laba ini cenderung hidup secara berkoloni. Namun ketika terinfeksi oleh Zatypota, laba-laba akan bersikap aneh dengan meninggalkan koloninya dan menenun jaring di lokasi yang terpencil. Yang lebih mengejutkan, saat peneliti membuka jaring tersebut, mereka menemukan larva Zatypota yang sedang tumbuh di dalamnya. Saat diteliti lebih lanjut, rupanya tawon Zatypota bertelur di perut laba-laba A. eximius yang terinfeksi. Saat telur akhirnya menetas dan larva tawon muncul, maka dia pun akan mulai memakan laba-laba dan mengendalikan tubuhnya. Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada dan teman-temannya menemukan bahwa spesies tawon Zatypota dapat memanipulasi laba-laba spesies Anelosimus eximius. Spesies laba-laba ini cenderung hidup secara berkoloni. Namun ketika terinfeksi oleh Zatypota, laba-laba akan bersikap aneh dengan meninggalkan koloninya dan menenun jaring di lokasi yang terpencil. Yang lebih mengejutkan, saat peneliti membuka jaring tersebut, mereka menemukan larva Zatypota yang sedang tumbuh di dalamnya. Saat diteliti lebih lanjut, rupanya tawon Zatypota bertelur di perut laba-laba A. eximius yang terinfeksi. Saat telur akhirnya menetas dan larva tawon muncul, maka dia pun akan mulai memakan laba-laba dan mengendalikan tubuhnya. Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada dan teman-temannya menemukan bahwa spesies tawon Zatypota dapat memanipulasi laba-laba spesies Anelosimus eximius. Spesies laba-laba ini cenderung hidup secara berkoloni. Namun ketika terinfeksi oleh Zatypota, laba-laba akan bersikap aneh dengan meninggalkan koloninya dan menenun jaring di lokasi yang terpencil. Yang lebih mengejutkan, saat peneliti membuka jaring tersebut, mereka menemukan larva Zatypota yang sedang tumbuh di dalamnya. Saat diteliti lebih lanjut, rupanya tawon Zatypota bertelur di perut laba-laba A. eximius yang terinfeksi. Saat telur akhirnya menetas dan larva tawon muncul, maka dia pun akan mulai memakan laba-laba dan mengendalikan tubuhnya. Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada dan teman-temannya menemukan bahwa spesies tawon Zatypota dapat memanipulasi laba-laba spesies Anelosimus eximius. Spesies laba-laba ini cenderung hidup secara berkoloni. Namun ketika terinfeksi oleh Zatypota, laba-laba akan bersikap aneh dengan meninggalkan koloninya dan menenun jaring di lokasi yang terpencil. Yang lebih mengejutkan, saat peneliti membuka jaring tersebut, mereka menemukan larva Zatypota yang sedang tumbuh di dalamnya. Saat diteliti lebih lanjut, rupanya tawon Zatypota bertelur di perut laba-laba A. eximius yang terinfeksi. Saat telur akhirnya menetas dan larva tawon muncul, maka dia pun akan mulai memakan laba-laba dan mengendalikan tubuhnya. Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Ada yang membandingkan sensasi minum darah dengan sebuah ‘ledakan energi seksual’. Nah, Julia mengklaim, nafsunya minum darah setelah ia diculik dan diburu oleh para pemburu vampir. Hal itu terjadi selama tiga dekade ia bergabung dengan komunitas dunia bawah tanah.“Mereka tidak perlu mengalami apa yang aku alami, mereka tidak harus terluka,” tambah Julia. Ia mengklaim pernah mengalami ancaman dari komunitasnya. Seorang tetangganya pernah mencoba ‘membunuhnya’ dengan menabrakkan mobil melalui jendela dapurnya.Dikatakah bahwa minum darah adalah sebuah cara untuk hidup. Dalam buku-buku cerita, vampir digambarkan tinggal di sebuah daerah terpencil dan rumah berhantu di Transylvania. Nah, Julia justru tinggal di sebuah kawasan pinggiran kota di Pennsylvania, Amerika Serikat. Vampir selalu terlihat datang dari tempat lain di luar kenyamanan rumah kita, apakah itu di sebuah pondok di pedalaman Transylvania, di rumah megah di Inggris, atau di kota kuno Athena. "Mitos tersebut selalu datang dari tempat lain. Pada zaman Yunani Kuno, orang-orang biadab dari alam baka Yunani adalah kanibal dan pengisap darah, serta mampu melakukan ilmu hitam yang sebenarnya tidak ada. Di tempat-tempat lain, mitos vampir ada di suku-suku penyembah berhala," jelas Luckhurst. Bahkan di Amerika Selatan, kata Luckhurst, makhluk vampir yang dipercaya oleh suku Inka adalah dari dunia liar di luar kota-kota mereka. Vampir kelihatannya menjadi sebuah 'wahana' bukan hanya untuk penyakit-penyakit yang tidak mampu dipahami, tapi untuk semua hal yang dirasa aneh, tempat-tempat yang belum dipetakan dan orang-orang yang tinggal di sana juga.Dalam sebulan, ia minum darah sebanyak setengah gallon atau 1,89 liter. Untuk memenuhi kebutuhannya minum darah, sebenarnya banyak sukarelawan yang bersedia darahnya diminum. Para sukarelawan akan memberikan tangan atau lehernya untuk digigit oleh ‘vampir’ dan kemudian dihisap darahnya.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada dan teman-temannya menemukan bahwa spesies tawon Zatypota dapat memanipulasi laba-laba spesies Anelosimus eximius. Spesies laba-laba ini cenderung hidup secara berkoloni. Namun ketika terinfeksi oleh Zatypota, laba-laba akan bersikap aneh dengan meninggalkan koloninya dan menenun jaring di lokasi yang terpencil. Yang lebih mengejutkan, saat peneliti membuka jaring tersebut, mereka menemukan larva Zatypota yang sedang tumbuh di dalamnya. Saat diteliti lebih lanjut, rupanya tawon Zatypota bertelur di perut laba-laba A. eximius yang terinfeksi. Saat telur akhirnya menetas dan larva tawon muncul, maka dia pun akan mulai memakan laba-laba dan mengendalikan tubuhnya. Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Ada yang membandingkan sensasi minum darah dengan sebuah ‘ledakan energi seksual’. Nah, Julia mengklaim, nafsunya minum darah setelah ia diculik dan diburu oleh para pemburu vampir. Hal itu terjadi selama tiga dekade ia bergabung dengan komunitas dunia bawah tanah.“Mereka tidak perlu mengalami apa yang aku alami, mereka tidak harus terluka,” tambah Julia. Ia mengklaim pernah mengalami ancaman dari komunitasnya. Seorang tetangganya pernah mencoba ‘membunuhnya’ dengan menabrakkan mobil melalui jendela dapurnya.Dikatakah bahwa minum darah adalah sebuah cara untuk hidup. Dalam buku-buku cerita, vampir digambarkan tinggal di sebuah daerah terpencil dan rumah berhantu di Transylvania. Nah, Julia justru tinggal di sebuah kawasan pinggiran kota di Pennsylvania, Amerika Serikat. Vampir selalu terlihat datang dari tempat lain di luar kenyamanan rumah kita, apakah itu di sebuah pondok di pedalaman Transylvania, di rumah megah di Inggris, atau di kota kuno Athena. "Mitos tersebut selalu datang dari tempat lain. Pada zaman Yunani Kuno, orang-orang biadab dari alam baka Yunani adalah kanibal dan pengisap darah, serta mampu melakukan ilmu hitam yang sebenarnya tidak ada. Di tempat-tempat lain, mitos vampir ada di suku-suku penyembah berhala," jelas Luckhurst. Bahkan di Amerika Selatan, kata Luckhurst, makhluk vampir yang dipercaya oleh suku Inka adalah dari dunia liar di luar kota-kota mereka. Vampir kelihatannya menjadi sebuah 'wahana' bukan hanya untuk penyakit-penyakit yang tidak mampu dipahami, tapi untuk semua hal yang dirasa aneh, tempat-tempat yang belum dipetakan dan orang-orang yang tinggal di sana juga.Dalam sebulan, ia minum darah sebanyak setengah gallon atau 1,89 liter. Untuk memenuhi kebutuhannya minum darah, sebenarnya banyak sukarelawan yang bersedia darahnya diminum. Para sukarelawan akan memberikan tangan atau lehernya untuk digigit oleh ‘vampir’ dan kemudian dihisap darahnya.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada dan teman-temannya menemukan bahwa spesies tawon Zatypota dapat memanipulasi laba-laba spesies Anelosimus eximius. Spesies laba-laba ini cenderung hidup secara berkoloni. Namun ketika terinfeksi oleh Zatypota, laba-laba akan bersikap aneh dengan meninggalkan koloninya dan menenun jaring di lokasi yang terpencil. Yang lebih mengejutkan, saat peneliti membuka jaring tersebut, mereka menemukan larva Zatypota yang sedang tumbuh di dalamnya. Saat diteliti lebih lanjut, rupanya tawon Zatypota bertelur di perut laba-laba A. eximius yang terinfeksi. Saat telur akhirnya menetas dan larva tawon muncul, maka dia pun akan mulai memakan laba-laba dan mengendalikan tubuhnya. Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Ada yang membandingkan sensasi minum darah dengan sebuah ‘ledakan energi seksual’. Nah, Julia mengklaim, nafsunya minum darah setelah ia diculik dan diburu oleh para pemburu vampir. Hal itu terjadi selama tiga dekade ia bergabung dengan komunitas dunia bawah tanah.“Mereka tidak perlu mengalami apa yang aku alami, mereka tidak harus terluka,” tambah Julia. Ia mengklaim pernah mengalami ancaman dari komunitasnya. Seorang tetangganya pernah mencoba ‘membunuhnya’ dengan menabrakkan mobil melalui jendela dapurnya.Dikatakah bahwa minum darah adalah sebuah cara untuk hidup. Dalam buku-buku cerita, vampir digambarkan tinggal di sebuah daerah terpencil dan rumah berhantu di Transylvania. Nah, Julia justru tinggal di sebuah kawasan pinggiran kota di Pennsylvania, Amerika Serikat. Vampir selalu terlihat datang dari tempat lain di luar kenyamanan rumah kita, apakah itu di sebuah pondok di pedalaman Transylvania, di rumah megah di Inggris, atau di kota kuno Athena. "Mitos tersebut selalu datang dari tempat lain. Pada zaman Yunani Kuno, orang-orang biadab dari alam baka Yunani adalah kanibal dan pengisap darah, serta mampu melakukan ilmu hitam yang sebenarnya tidak ada. Di tempat-tempat lain, mitos vampir ada di suku-suku penyembah berhala," jelas Luckhurst. Bahkan di Amerika Selatan, kata Luckhurst, makhluk vampir yang dipercaya oleh suku Inka adalah dari dunia liar di luar kota-kota mereka. Vampir kelihatannya menjadi sebuah 'wahana' bukan hanya untuk penyakit-penyakit yang tidak mampu dipahami, tapi untuk semua hal yang dirasa aneh, tempat-tempat yang belum dipetakan dan orang-orang yang tinggal di sana juga.Dalam sebulan, ia minum darah sebanyak setengah gallon atau 1,89 liter. Untuk memenuhi kebutuhannya minum darah, sebenarnya banyak sukarelawan yang bersedia darahnya diminum. Para sukarelawan akan memberikan tangan atau lehernya untuk digigit oleh ‘vampir’ dan kemudian dihisap darahnya.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada dan teman-temannya menemukan bahwa spesies tawon Zatypota dapat memanipulasi laba-laba spesies Anelosimus eximius. Spesies laba-laba ini cenderung hidup secara berkoloni. Namun ketika terinfeksi oleh Zatypota, laba-laba akan bersikap aneh dengan meninggalkan koloninya dan menenun jaring di lokasi yang terpencil. Yang lebih mengejutkan, saat peneliti membuka jaring tersebut, mereka menemukan larva Zatypota yang sedang tumbuh di dalamnya. Saat diteliti lebih lanjut, rupanya tawon Zatypota bertelur di perut laba-laba A. eximius yang terinfeksi. Saat telur akhirnya menetas dan larva tawon muncul, maka dia pun akan mulai memakan laba-laba dan mengendalikan tubuhnya. Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Ada yang membandingkan sensasi minum darah dengan sebuah ‘ledakan energi seksual’. Nah, Julia mengklaim, nafsunya minum darah setelah ia diculik dan diburu oleh para pemburu vampir. Hal itu terjadi selama tiga dekade ia bergabung dengan komunitas dunia bawah tanah.“Mereka tidak perlu mengalami apa yang aku alami, mereka tidak harus terluka,” tambah Julia. Ia mengklaim pernah mengalami ancaman dari komunitasnya. Seorang tetangganya pernah mencoba ‘membunuhnya’ dengan menabrakkan mobil melalui jendela dapurnya.Dikatakah bahwa minum darah adalah sebuah cara untuk hidup. Dalam buku-buku cerita, vampir digambarkan tinggal di sebuah daerah terpencil dan rumah berhantu di Transylvania. Nah, Julia justru tinggal di sebuah kawasan pinggiran kota di Pennsylvania, Amerika Serikat. Vampir selalu terlihat datang dari tempat lain di luar kenyamanan rumah kita, apakah itu di sebuah pondok di pedalaman Transylvania, di rumah megah di Inggris, atau di kota kuno Athena. "Mitos tersebut selalu datang dari tempat lain. Pada zaman Yunani Kuno, orang-orang biadab dari alam baka Yunani adalah kanibal dan pengisap darah, serta mampu melakukan ilmu hitam yang sebenarnya tidak ada. Di tempat-tempat lain, mitos vampir ada di suku-suku penyembah berhala," jelas Luckhurst. Bahkan di Amerika Selatan, kata Luckhurst, makhluk vampir yang dipercaya oleh suku Inka adalah dari dunia liar di luar kota-kota mereka. Vampir kelihatannya menjadi sebuah 'wahana' bukan hanya untuk penyakit-penyakit yang tidak mampu dipahami, tapi untuk semua hal yang dirasa aneh, tempat-tempat yang belum dipetakan dan orang-orang yang tinggal di sana juga.Dalam sebulan, ia minum darah sebanyak setengah gallon atau 1,89 liter. Untuk memenuhi kebutuhannya minum darah, sebenarnya banyak sukarelawan yang bersedia darahnya diminum. Para sukarelawan akan memberikan tangan atau lehernya untuk digigit oleh ‘vampir’ dan kemudian dihisap darahnya.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada dan teman-temannya menemukan bahwa spesies tawon Zatypota dapat memanipulasi laba-laba spesies Anelosimus eximius. Spesies laba-laba ini cenderung hidup secara berkoloni. Namun ketika terinfeksi oleh Zatypota, laba-laba akan bersikap aneh dengan meninggalkan koloninya dan menenun jaring di lokasi yang terpencil. Yang lebih mengejutkan, saat peneliti membuka jaring tersebut, mereka menemukan larva Zatypota yang sedang tumbuh di dalamnya. Saat diteliti lebih lanjut, rupanya tawon Zatypota bertelur di perut laba-laba A. eximius yang terinfeksi. Saat telur akhirnya menetas dan larva tawon muncul, maka dia pun akan mulai memakan laba-laba dan mengendalikan tubuhnya. Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Ada yang membandingkan sensasi minum darah dengan sebuah ‘ledakan energi seksual’. Nah, Julia mengklaim, nafsunya minum darah setelah ia diculik dan diburu oleh para pemburu vampir. Hal itu terjadi selama tiga dekade ia bergabung dengan komunitas dunia bawah tanah.“Mereka tidak perlu mengalami apa yang aku alami, mereka tidak harus terluka,” tambah Julia. Ia mengklaim pernah mengalami ancaman dari komunitasnya. Seorang tetangganya pernah mencoba ‘membunuhnya’ dengan menabrakkan mobil melalui jendela dapurnya.Dikatakah bahwa minum darah adalah sebuah cara untuk hidup. Dalam buku-buku cerita, vampir digambarkan tinggal di sebuah daerah terpencil dan rumah berhantu di Transylvania. Nah, Julia justru tinggal di sebuah kawasan pinggiran kota di Pennsylvania, Amerika Serikat. Vampir selalu terlihat datang dari tempat lain di luar kenyamanan rumah kita, apakah itu di sebuah pondok di pedalaman Transylvania, di rumah megah di Inggris, atau di kota kuno Athena. "Mitos tersebut selalu datang dari tempat lain. Pada zaman Yunani Kuno, orang-orang biadab dari alam baka Yunani adalah kanibal dan pengisap darah, serta mampu melakukan ilmu hitam yang sebenarnya tidak ada. Di tempat-tempat lain, mitos vampir ada di suku-suku penyembah berhala," jelas Luckhurst. Bahkan di Amerika Selatan, kata Luckhurst, makhluk vampir yang dipercaya oleh suku Inka adalah dari dunia liar di luar kota-kota mereka. Vampir kelihatannya menjadi sebuah 'wahana' bukan hanya untuk penyakit-penyakit yang tidak mampu dipahami, tapi untuk semua hal yang dirasa aneh, tempat-tempat yang belum dipetakan dan orang-orang yang tinggal di sana juga.Dalam sebulan, ia minum darah sebanyak setengah gallon atau 1,89 liter. Untuk memenuhi kebutuhannya minum darah, sebenarnya banyak sukarelawan yang bersedia darahnya diminum. Para sukarelawan akan memberikan tangan atau lehernya untuk digigit oleh ‘vampir’ dan kemudian dihisap darahnya.Hal itu terkadang sesuatu yang tabu dan itu masih terjadi. Namun, misi Julia adalah menemukan orang lain yang seperti dirinya, yang terlahir seperti itu.Akibatnya ia kabur keluar kota dan bahkan kehilangan pekerjaan. Ia berkali-kali dipecat dari pekerjaan karena lewat internet mereka bisa menemukan info tentang vampir Julia. Ia bilang hidupnya tidaklah mudah, tetapi itulah diri sebenarnya. Ia masih dapat bertahan hidup dan didukung keluarganya, menjadi orang yang baik, membantu orang lainnya. “Jangan terjebak dengan cap demikian, karena komunitas vampir adalah sebuah label. Seperti banyak orang lainnya di luar sana yang dapat menawarkan sesuatu yang positif sama seperti hal negatifnya,” tutup Julia Caples.Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada dan teman-temannya menemukan bahwa spesies tawon Zatypota dapat memanipulasi laba-laba spesies Anelosimus eximius. Spesies laba-laba ini cenderung hidup secara berkoloni. Namun ketika terinfeksi oleh Zatypota, laba-laba akan bersikap aneh dengan meninggalkan koloninya dan menenun jaring di lokasi yang terpencil. Yang lebih mengejutkan, saat peneliti membuka jaring tersebut, mereka menemukan larva Zatypota yang sedang tumbuh di dalamnya. Saat diteliti lebih lanjut, rupanya tawon Zatypota bertelur di perut laba-laba A. eximius yang terinfeksi. Saat telur akhirnya menetas dan larva tawon muncul, maka dia pun akan mulai memakan laba-laba dan mengendalikan tubuhnya. Seorang zoologist bernama Phillippe Fernandez-Fournier dari Universi
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN