38. Pelukku Pelikmu

1381 Kata

S e l a m a t M e m b a c a! ~ A b i m a n y u ~ Pagi ini adalah udara dingin yang paling aku sukai sepanjang hidup di umurku saat ini. Pagi ini pula, adalah hal yang sangat membahagiakan bagiku, saat di mana aku memulai hari dengan menatap sosok Tari yang terlelap tak jauh dariku. Meski pun untuk beberapa saat aku masih saja banyak berpikir tentangapa yang telah aku lakukan semalam, takut jika aku melakukan sesuatu yang melewati batas dan membuat gadis itu terluka lagi. Namun, rasanya aku masih terlalu sadar malam itu. Aku ingat saat gadis itu menecup bibir ini, bertepatan dengan rasa kantuk yang sudah tak tertahan lagi, aku terjatuh di pundak Tari. Atau lebih tepatnya jatuh tertidur di sana. Sungguh memalukan bukan? Rambut hitam sepundak itu mulai memanjang, beberapa helainya jatu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN